Perangkingan website perguruan tinggi (universitas) yang dilakukan oleh Cybernetics yang dikenal dengan nama Webometrics Ranking telah menyita perhatian perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia dan juga beberapa perguruan tinggi dunia. Buktinya mereka berlomba-lomba untuk dapat menduduki rangking teratas dengan berupaya keras mengembangkan website resminya. Upaya seperti itu wajar dilakukan karena Webometrics telah diakui oleh Dikti bahkan dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pencitraan perguruan tinggi menuju World Class University. Website universitas dipandang sebagai representasi kegiatan akademik dan non akademik di kampus yang dikemas untuk dunia maya Internet. Jika memperhatikan aspek ini maka indikator Webometrics dapat mewakili kualitas dari universitas atau perguruan tinggi yang memiliki website tersebut.

Namun demikian beberapa perguruan tinggi melakukan upaya-upaya yang kurang “akademis” yakni dengan mengembangkan websitenya dengan mengacu kepada empat kriteria Webometrics (size, rich files, visibility, dan scholar). Pengembangan dilakukan semata-mata mengejar kuantitas konten (karena memang merupakan dasar penilaiannya) tanpa memperhatikan sisi kualitas kontennya. Sebarang konten dimuat pada website yang seharusnya merupakan cerminan dari kegiatan riil di kampus. Dengan cara seperti ini memang website perguruan tinggi tersebut akan mampu meraih skor yang tinggi untuk masing-masing indikator yang akhirnya akan mengantarkan website perguruan tinggi tersebut meraih posisi rangking Webometrics yang baik.

Dampak lain dari pengembangan website yang demikian itu, jarang-jarang dipelajari dan dikaji atau bahkan dinafikan. Misalnya berapa persentase pengunjung baru, berapa persentase bounce, dan lain-lain. Trafik akses ke website mereka didominasi oleh pengunjung internal universitas karena konten kurang menarik dan yang lebih penting adalah kontennya tidak memiliki nilai alias tidak penting. Pengakses hanya membuka satu halaman dan setelah itu ditutup dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu disamping mengkaji dan mengejar perolehan rangking Webometrics, perlu diperhatikan juga bagaimana kualitas trafik yang masuk. Perangkat yang bisa digunakan untuk keperluan ini antara lain Google Pagerank, Alexa Traffic (meskipun bisa “dibeli”), dan lain-lain.  Pada tahun 2012 ini Webometrics memperbarui metode penilaiannya dengan mengutamakan indikator visibility (50%) yang diukur dengan menggunakan Majestic SEO (sebelumnya menggunakan Yahoo Site Explorer, kemudian diganti Bing), Scholar (30%) yang diukur menggunakan Google Scholar dengan memperhatikan data dari Scimago dan membatasi publikasi dalam 5 tahun terakhir, disusul Size dan Rich Files yang masing-masing diberi bobot 10%. Komposisi bobot penilaian ini mengindikasikan bahwa kualitas konten lebih diperhatikan daripada aspek kuantitas meskipun masih diperhitungkan dengan bobot yang rendah.

indikator webometrics 2012

indikator webometrics 2012

 

Selamat mengembangkan website dan selamat berlomba mengejar ranking Webometrics 2012.

 

 

Allah Selalu Mengawasimu

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman  Anisah bintu ‘Imran)

Salah satu bekal yang penting diberikan para orang tua kepada anak-anaknya adalah upaya menumbuhkan rasa optimis pada diri anak dalam menghadapi kehidupan yang sarat dengan problema. Cara terbaik untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengenalkan pada anak akan pertolongan Allah yang diberikan kepada setiap hamba-Nya yang beriman. Anak perlu dipahamkan bahwa bila Allah telah memberikan pertolongan-Nya, maka permasalahan seberat apapun akan bisa diselesaikan.

Anak, dengan segala keunikan yang ada pada pribadinya, tidak terlepas dari permasalahan, baik berkenaan dengan dirinya, tempat belajarnya, ataupun orang-orang di sekelilingnya. Begitu pun sisi berat ringannya permasalahan yang dihadapi berbeda-beda antara satu anak dengan yang lainnya. Tak jarang dijumpai dalam keseharian anak-anak yang begitu penakut terhadap segala sesuatu yang tak pantas dikhawatirkan. Semua itu terkadang membuat orang tua berkerut dahi, dengan jalan apa kiranya mengatasi hal-hal semacam ini?
Jika demikian, tentu sang anak membutuhkan bekal untuk menghadapi setiap problema yang dihadapinya. Dia membutuhkan bimbingan agar senantiasa merasakan pengawasan Rabb-nya, meminta hanya kepada-Nya, disertai keyakinan yang kokoh terhadap ketetapan dan takdir-Nya.
Ketika itulah selayaknya orang tua melihat kembali, bagaimana Rasulullah r menanamkan optimisme dan kebesaran jiwa pada diri anak, agar menghadapi gelombang kehidupan ini dengan keberanian dan penuh harapan, hingga kelak mereka menjadi sesosok pribadi yang bermanfaat bagi umat ini. Beliau pesankan kepada putra pamannya, Abdullah bin ‘Abbas c:

“Wahai anak(ku), sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat.  Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Dia ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah, dan apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan mudharat kepadamu, mereka tidak akan dapat menimpakannya kecuali apa yang telah Allah tetapkan menimpamu. Telah diangkat pena, dan telah kering lembaran-lembaran.” (Diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih).1
Dan dalam riwayat selain At-Tirmidzi: “Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Dia di hadapanmu. Kenalilah Allah dalam keadaan lapang, niscaya Dia akan mengenalimu dalam keadaan susah. Ketahuilah, sesungguhnya apa yang ditetapkan luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang ditetapkan menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah, pertolongan itu berrsama kesabaran, kelapangan itu bersama kesusahan, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
Inilah kalimat yang agung dan mulia dari lisan Rasulullah r, seakan beliau mengatakan: Jagalah batasan-batasan dan syariat Allah I dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, juga dengan mempelajari agama-Nya hingga engkau dapat menunaikan ibadah dan muamalahmu. Jagalah semua itu, niscaya Dia akan menjaga agama, keluarga, harta maupun dirimu, karena Allah I memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik atas kebaikannya. Sementara balasan yang paling penting adalah penjagaan-Nya terhadap agamamu serta menyelamatkan dirimu dari kesesatan.
Sebaliknya, seseorang yang menelantarkan agama Allah I, maka Allah I pun akan menelantarkan dirinya dan dia tidak berhak mendapatkan penjagaan dari Allah U, sebagaimana firman-Nya:

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, sehingga Allah jadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19)
Pesan Rasulullah r ini juga memberikan pelajaran pada seorang anak untuk meminta ataupun memohon pertolongan hanya kepada Allah semata, tidak memintanya kepada makhluk. Karena Dialah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Namun, tidak terlarang untuk meminta pertolongan kepada makhluk pada hal-hal yang mampu dia lakukan. Kalaupun dia harus meminta sesuatu atau mencari pertolongan kepada makhluk, maka sesungguhnya makhluk itu hanyalah sebab dan Allahlah yang menciptakan sebab, hingga kepada-Nyalah harus bersandar.
Demikian pula segala kebaikan yang diberikan dan bahaya yang ditimpakan oleh makhluk, semuanya telah ditetapkan oleh Allah. Namun, bukan berarti seseorang tidak diperkenankan untuk menolak bahaya dari dirinya, karena Allah I berfirman:

“Dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan yang semisal.” (Asy-Syura: 40)

Oleh karena itu, seorang hamba harus menggantungkan harapannya kepada Allah U dan tidak berpaling sedikit pun kepada makhluk, karena makhluk tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat maupun menimpakan bahaya.
Begitu pun nasihat ini berisi anjuran untuk menunaikan hak Allah di saat lapang, sehat dan berkecukupan, niscaya Allah I akan mengenalinya ketika berada dalam kesusahan, hingga Dia ringankan penderitaannya, menolong dan menghilangkan kesusahannya itu.
Ditemui pula pengajaran pada sang anak bahwa apa pun yang ditetapkan akan menimpa tak akan dapat ditolak. Dan apa pun yang tidak ditetapkan tak akan bisa diraih, karena Allah telah menetapkan semua itu.
Di dalam nasihat ini juga terdapat anjuran agar bersabar untuk memperoleh pertolongan. Kesabaran ini mencakup sabar untuk taat kepada Allah, sabar dalam menjauhi maksiat kepada Allah, dan sabar di atas ketetapan Allah yang ‘menyakitkan’ (menurut manusia, red). Inilah kabar gembira bagi orang yang bersabar, karena pertolongan akan mengiringi kesabaran. Inilah kabar gembira bahwa kelapangan itu mengiringi kesusahan. Hendaknya pula ketika ditimpa kesulitan, seorang hamba bersandar diri kepada Allah dengan menanti-nantikan kemudahan dari Allah serta membenarkan janji Allah, karena Allah telah mengatakan di dalam Kitab-Nya yang mulia:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasyrah: 5-6)[Dirangkum dari Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t2]
Di waktu yang lain, Rasulullah r memberikan nasihat yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah z:

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing dari keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah untuk melakukan apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, serta jangan merasa lemah. Apabila engkau ditimpa sesuatu, janganlah mengatakan ‘Seandainya aku dulu melakukan begini dan begini’, namun katakanlah ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa pun yang Allah kehendaki pasti Allah lakukan’ karena ucapan ‘seandainya’ itu membuka amalan setan.” (HR. Muslim no. 2664)
Yang dimaksud dengan kuat dalam ucapan Rasulullah r ini adalah jiwa yang kokoh dan bersemangat terhadap perkara akhirat. Sehingga orang yang seperti ini menjadi orang yang paling pemberani terhadap musuh, paling cepat bertolak ke medan jihad, paling teguh dalam memerintahkan orang lain pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, dan bersabar dalam menempuh semua itu, serta tabah dalam menempuh kesusahan karena mengharap Allah I. Dia pun menjadi orang yang paling senang menunaikan shalat, puasa, dzikir, maupun seluruh ibadah, bersemangat pula untuk menjalankan dan menjaganya. Akan tetapi, baik orang yang kuat maupun orang yang lemah memiliki kebaikan karena mereka sama-sama beriman, juga karena ibadah yang dilakukan oleh orang yang lemah itu.
Dianjurkan pula oleh Rasulullah r untuk bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah I dan menginginkan apa yang ada di sisi-Nya, serta memohon pertolongan kepada-Nya untuk mendapatkan itu semua. Hendaknya seorang hamba tidak merasa lemah dan malas untuk mencari amalan ketaatan dan memohon pertolongan dari-Nya. (Syarh Shahih Muslim)
Inilah yang semestinya tergambar dalam sosok pribadi seorang anak. Tak ada salahnya bila suatu ketika orang tua menuturkan kisah-kisah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang perjalanan hidup orang-orang yang Allah I beri kemuliaan, yang sarat dengan optimisme dan keyakinan kepada Rabb-nya. Karena anak senang dengan cerita dan biasanya berbekas dalam jiwanya. Salah satunya dituturkan oleh Shuhaib bin Sinan z3 dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah r:
Dulu hidup seorang raja yang memiliki seorang tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu telah menua, ia berkata kepada sang raja, “Sesungguhnya aku ini telah tua, maka utuslah padaku seorang pemuda yang dapat kuajari sihir.” Lalu raja pun mengirim seorang pemuda untuk diajari sihir. Di tengah jalan yang biasa dilalui pemuda itu menuju tukang sihir ada seorang rahib. Pemuda itu singgah duduk dan mendengarkan ucapan sang rahib. Dia pun merasa takjub. Maka demikianlah bila dia mendatangi tukang sihir, dia melewati rahib lalu duduk di hadapannya. Bila tiba di hadapan tukang sihir, tukang sihir itu pun memukulnya. Dia adukan hal itu kepada rahib. Si rahib menjawab, “Kalau engkau khawatir terhadap tukang sihir, katakan padanya ‘Keluargaku menahanku’, dan kalau engkau khawatir terhadap keluargamu, katakan ‘Tukang sihir menahanku’.”
Demikian terus berlangsung sampai suatu saat, muncul seekor binatang besar yang menghalangi jalan manusia. Pemuda itu berkata, “Pada hari ini aku akan mengetahui, apakah tukang sihir yang lebih utama ataukah rahib.” Lalu diambilnya sebuah batu sambil berkata, “Ya Allah, bila ajaran rahib lebih Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir, matikanlah binatang ini, hingga manusia dapat lewat kembali.” Dilemparnya binatang itu hingga akhirnya mati dan orang-orang pun dapat melewati jalan itu lagi.
Kemudian dia datang kepada rahib dan menceritakan apa yang terjadi. Mendengar itu rahib berkata, “Wahai anakku, sekarang engkau lebih utama daripadaku, engkau telah mencapai kedudukan sebagaimana yang kulihat, dan nanti engkau akan diuji. Jika engkau mendapatkan ujian, jangan sekali-kali menunjuk padaku.”
Pemuda itu pun dapat mengobati orang yang buta sejak lahir, orang yang berpenyakit sopak ataupun segala penyakit. Hal itu didengar oleh seorang pendamping raja yang buta. Dia pun mendatangi pemuda itu dengan membawa banyak hadiah, lalu berkata, “Semua yang di hadapanmu ini menjadi milikmu kalau engkau bisa menyembuhkanku.” Si pemuda menjawab, “Aku tidak bisa menyembuhkan seorang pun, yang menyembuhkan hanyalah Allah. Kalau engkau beriman kepada Allah, aku akan berdoa agar Allah menyembuhkanmu.” Pendamping raja itu pun beriman dan Allah pun menyembuhkannya.
Pendamping raja itu kembali duduk di sisi raja sebagaimana biasanya. Sang raja bertanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” “Rabbku,” jawab pendamping raja. “Apakah engkau punya rabb selain aku?” tanya raja lagi. “Rabbku dan Rabbmu adalah Allah,” jawabnya.
Sang raja pun menangkapnya dan terus-menerus menyiksanya sampai akhirnya pendamping raja itu menunjukkan si pemuda. Didatangkanlah pemuda itu dan dia mengatakan, “Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun, yang menyembuhkan hanyalah Allah.” Mendengar itu, raja segera menangkapnya dan terus-menerus menyiksanya sampai pemuda itu menunjukkan si rahib. Didatangkan pula si rahib dan dikatakan padanya, “Keluar dari agamamu!” Rahib itu menolak. Raja meminta sebilah gergaji, lalu digergajilah tepat di tengah-tengah kepala rahib hingga terbelah dua badannya. Kemudian didatangkan pendamping raja dan dikatakan pula, “Keluar dari agamamu!” Akan tetapi dia menolak hingga digergaji tepat di tengah kepalanya sampai terbelah dua badannya.
Setelah itu didatangkan si pemuda dan dikatakan juga padanya, “Keluar dari agamamu!” Dia pun menolak, hingga raja menyerahkannya pada para pengawal, “Bawa dia naik ke gunung. Kalau kalian telah sampai di puncak, tawarkanlah kalau dia mau keluar dari agamanya. Kalau tidak, lemparkan dia!” Mereka membawa pemuda itu naik ke gunung. Pemuda itu berdoa, “Ya Allah, selamatkanlah aku dari mereka dengan cara yang Engkau kehendaki.” Tiba-tiba gunung itu bergoncang dahsyat hingga para pengawal itu berjatuhan dari atas gunung. Pulanglah pemuda itu dengan berjalan kaki ke hadapan raja. Raja pun bertanya heran, “Apa yang mereka lakukan?” Jawab pemuda itu, “Allah menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja kembali menyerahkannya pada pengawal, “Bawalah dia dengan perahu hingga ke tengah lautan, lalu tawarkan kalau dia mau keluar dari agamanya. Kalau tidak, lemparkan dia ke lautan.” Mereka pun membawanya ke tengah lautan. Pemuda itu lalu berdoa, “Ya Allah, selamatkan aku dari mereka dengan cara yang Engkau kehendaki.” Tiba-tiba perahu itu terbalik hingga para pengawal raja tenggelam. Pemuda itu pulang ke hadapan raja dengan berjalan kaki. Raja bertanya lagi, “Apa yang mereka lakukan?” Pemuda itu menjawab, “Allah menyelamatkanku dari mereka.”
Pemuda itu berkata lagi, “Sesungguhnya engkau tidak akan dapat membunuhku sampai engkau laksanakan saranku.” “Apa itu?” tanya raja. “Engkau kumpulkan manusia di sebuah tanah lapang, dan engkau salib aku pada sebatang pohon. Lalu ambil sebuah anak panah dari tempat anak panahku dan letakkan di busur. Kemudian ucapkan ‘Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini’ lalu panahlah. Kalau engkau lakukan ini, engkau akan bisa membunuhku.”
Raja segera mengumpulkan manusia di suatu tanah lapang dan menyalib pemuda itu pada sebatang pohon. Lalu diambilnya anak panah dari tempatnya kemudian diletakkan di busurnya sambil berkata, “Dengan nama Allah, Rabb pemuda ini.” Dilontarkannya anak panah tepat mengenai dahi pemuda itu. Pemuda itu pun meletakkan tangannya di dahinya, di tempat sasaran anak panah, lalu meninggal.
Menyaksikan hal itu, manusia pun berkata, “Kami beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada Rabb pemuda itu!”
Disampaikanlah kepada raja, “Tidakkah engkau melihat apa yang engkau khawatirkan? Demi Allah, sungguh telah terjadi apa yang engkau takutkan. Manusia telah beriman.” Maka raja memerintahkan untuk dibuat parit besar di setiap pintu kota dan dinyalakan api di dalamnya. Raja berkata, “Barangsiapa yang tidak mau keluar dari agamanya, lempar dan bakar dia di dalamnya!” Perintah itu pun segera dilaksanakan.
Suatu ketika, datang seorang wanita membawa anaknya yang masih kecil. Dia merasa bimbang untuk masuk ke dalam api. Tiba-tiba berucaplah sang anak, “Bersabarlah wahai ibu, sesungguhnya engkau di atas kebenaran.”
Inilah di antara banyak kisah yang memberikan gambaran tentang keadaan seorang mukmin yang senantiasa bersandar kepada Allah untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya. Semogalah tuturan ini memberikan bekas kebaikan yang tertanam dalam jiwa anak-anak.
Wallahu a’lamu bish shawab.


1 Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/2043 dan Al-Misykat no. 5302.
2 Diambil dari www.binothaimeen.com
3 Diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahihnya no. 3005

 

Sekitar 4 minggu yang lalu ketika mengakses library.nu, sebuah situs penyedia ribuan bahkan jutaan copy elektronik buku, tampilan situs ini telah berubah. Tidak ada menu login dan lain-lain yang selama ini difungsikan bagi pengguna untuk melakukan akses. Pencarian koleksi masih disediakan namun link yang biasanya menuju alamat situs filesharing seperti ifile.it, fileshare, megaupload, dll, sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan link ke Google Book. Buku-buku elektronik yang selama ini dapat dicopy dan dibaca secara offline dari komputer pengguna, sudah tidak dapat dilakukan lagi tetapi harus dilakukan secara online. Ketika sharing dengan teman-teman di social network, ada yang berpendapat bahwa ini terkait dengan SOPA dan PIPA yang sedang dibahas di Kongres Amerika. Mungkin benar tetapi undang-undang itu belum tentu disetujui dan masih panjang proses yang harus dilalui. Tulisan berikut ini mungkin lebih riil terkait dengan ditutupnya situs library.nu. Simak tulisannya disini

A large coalition of publishing firms and related trade organizations has taken legal action against what the Association of American Publishers in Washington, D.C., described on Wednesday as “one of the largest pirate web-based businesses in the world.

At the request of 17 publishing companies in the United States, the United Kingdom and Germany, including HarperCollins, Oxford University Press and Macmillan, a Munich judge on Monday granted injunctions against illegal posting or sharing of online book files by two websites. Library.nu is alleged to have posted links to hundreds of thousands of illegal PDF copies of books since December 2010, Ed McCoyd, an attorney for the Association of American Publishers, told The Huffington Post. The majority of these uploads allegedly went through the website iFile.it, he said.

The coordinated legal action came after seven months of private investigation and was led by a German publishing association, Börsenverein des Deutschen Buchhandels, and the International Publishers Association.

The Munich court served Library.nu and iFile.it 17 separate injunctions, representing 10 book titles from each of the publishers. One of the injunctions, which The Huffington Post viewed in a translation from the original German, states that every Web link — either on iFile.it or Library.nu — leading to an illegal online copy of one of the named books would result in a fine of 250,000 euros or as much as six months in jail.

By Wednesday evening, iFile.it still listed PDFs of various popular works, though whether these works were named in any of the injunctions could not be verified. An iFile.it representative told The Huffington Post Wednesday that it is working hard to take down any potentially copyright-infringing files.

The joint action by the publishers is unusual. “We don’t coordinate litigation against piracy sites as our normal course of action,” McCoyd said. Instead publishers typically send what is called a “takedown notice” via lawyers and order a website company to take down copyrighted material, he said.

These two websites stood out, however. Rather than merely hosting a handful of book files, they were allegedly hosting and providing links to illegal PDF files of more than 400,000 books, including works by Salman Rushdie and Jonathan Franzen as well as many expensive textbooks.

The publishers and publishing associations hired Lausen Rechtsanwalte, a Germany law firm that specializes in tracking down and prosecuting copyright infringement, to find the parties responsible for the alleged book piracy. Since virtually all the files listed on Library.nu seemed to be hosted by iFile.it, the lawyers tried to find a connection between Library.nu and iFile.it, which is owned by DF Hosting based in Galway, Ireland, Ursula Feindor-Schmidt, a partner at Lausen Rechtsanwalte, said by phone from Germany.

But tracking down the ownership of Library.nu posed a challenge, according to Feindor-Schmidt. Library.nu appeared to be hosted in Ukraine but its Web address was registered on the small Pacific island of Niue, she said.

A representative from iFile.it who responded to an email request for comment (but wished not to be named) told The Huffington Post on Wednesday that Library.nu “has nothing to do with us.”

But the lawyers acting for the ad-hoc publishing coalition think otherwise. “We thought they would be connected because of how the sites are constructed,” Feindor-Schmidt said. “The registered addresses for the owners of both sites were also based in Ireland.”

The owners of Library.nu had allegedly supplied false names and addresses when they had registered its Web domain name, according to Feindor-Schmidt. So the lawyers worked with the Irish National Federation Against Copyright Theft to hire private investigators to track down possible connections between the websites.

Then investigators found what they think was the real address for Library.nu, Feindor-Schmidt said. “We thought that it was strange that they were sitting around the corner in Galway from the owners of iFile.it,” she said. “But we still couldn’t prove a link.”

In the end, a breakthrough came not from private investigators — but from the Donate button on Library.nu, she said. “Users could give donations [to Library.nu] via PayPal in return for access to more files,” Feindor-Schmidt said. “You then got an email stating that ‘admin@library.nu has received your donation.’ But then you got a real receipt from PayPal, stating the real name of the owner of the account. We received two different receipts with two real names.”

The names on the receipts were Fidel Nunez and Irina Ivanova, Feindor-Schmidt said. The names correspond with those of the owners and directors of iFile.it, according to documents filed with the Irish Companies Registration Office. A judge accepted that a link had been proved between the sites and proceeded to grant joint injunctions, Feindor-Schmidt said.

On Wednesday, with the website Library.nu shut down, many Internet users were registering their disappointment on Reddit’s online forums. Library.nu now redirects its visitors to Google Books. For its part, iFile.it was no longer allowing unregistered users to upload files on Wednesday.

As eReaders such as the Amazon Kindle and Barnes & Noble’s Nook become more popular, online ebook piracy may continue to plague the industry. “Over the last two years, [ebook piracy] has grown tremendously,” Feindor-Schmidt said.

“As a group, [publishers] want to show other sites that, where you have such a clear copyright infringement, it can’t be accepted by the rights owners,” she said.

 

Peraturan Menteri No 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik bagi Dosen.

Download. Permen47-2009

 

Suat Publikasi Karya Ilmiah, ketentuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) no 152/E/T/2012.

Download. Surat Publikasi Karya Ilmiah

 

Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Dosen.

Juknis Penilaian Angka Kredit

 

Download UU14-2005GuruDosen

 

 

Berikut tugas mahasiswa Offering A Angkaatn 2009. untuk mempelajari dan memahami aspek Roles and Responsibilities ama konteks keamanan sistem keamanan komputer dalam suatu organisasi.

T1_109533414524_S1PTIA_KSK
ROLE AND RESPONSIBLE

 

 

Download pdf. Campus Network Design Fundamental – Ch 12 QoS and Voice

QoS and Voice

Venti Systems will implement IP telephony in the head office only.

Head-Office QoS and Voice

Because IP telephony is included in the Venti Systems design, you must also consider managing the quality of service that the traffic experiences. Recall that although you typically think of applying queuing only to slow WAN links, LAN links can also be congested, so queuing should be deployed on any link that could potentially experience congestion, to provide the needed services to the network traffic. Queuing policiesin other words, how each traffic class is handledshould be consistent across the enterprise.

Venti Systems will use IP phones to digitize and packetize the voice traffic. As illustrated earlier in Figure 12-6, IP phones with a built-in switch will be used; one port will connect to the access switch and another will connect to the user’s laptop. Access switches will provide inline power for the IP phones, using power over Ethernet (PoE).

The voice and data traffic will be on separate VLANs to allow easier implementation of QoS tools; the connection to the access switch is an 802.1q trunk, with the laptop on the native VLAN.

Classification and marking of voice traffic will be done by the IP phone. Recall that the point within the network where markings are accepted is known as the trust boundary; any markings made by devices outside the trust boundary can be overwritten at the trust boundary. A Cisco IP phone could be considered to be a trusted device because it marks voice traffic appropriately, while a user’s laptop would not usually be trusted because users could change markings (which they might be tempted to do to attempt to increase the priority of their traffic). Therefore, the access switches will mark the laptop traffic appropriately.

 

Classification and Marking

Recall that the type of service (ToS) field within an IPv4 packet header marks, or indicates, the kind of traffic that is in the packet. This marking can then be used by other tools within the network to provide the packet the service that it needs. The first 6 bits in the ToS field of an IP packet are known as the DiffServ Code Point (DSCP) bits. Using Layer 3 DSCP QoS markings allows QoS to be provided end to end throughout the network. If some access switches support only Layer 2 {class of service [CoS]) markings, these markings must be mapped to the appropriate DSCP values. This would be a function performed by the distribution switches (in this case, by the collapsed core switches). The distribution switches must also apply DSCP values to traffic that has not been marked elsewhere.

 

As described in Chapter 6, “Quality of Service Design,” Cisco created a QoS Baseline that provides recommendations to ensure that both its products, and the designs and deployments that use them, are consistent in terms of QoS. The baseline includes an 11-class scheme, and companies can evolve to this level of classification. Venti Systems will start with a 5-class scheme, as illustrated in Figure 12-10.

 

Figure 12-10. Venti Systems’ QoS Classes

 

Figure 12-10

Figure 12-10

After traffic has been classified and marked and sent on its way through the network, other devices will then read the markings and act accordingly. Tools such as weighted random early detection (WRED) and low latency queuing (LLQ) will be used.

Cisco Automatic QoS (AutoQoS) provides a simple, automatic way to enable QoS configurations in conformance with the Cisco best-practice recommendations. Venti Systems will use AutoQoS to create configuration commands to perform such things as classifying and marking VoIP traffic and then applying strategies for that traffic. The configuration created by AutoQoS becomes part of the normal configuration file and can therefore be edited if required.

The call-processing function previously performed by the PBX will now be handled by a call-processing manager, CCM, a software-based system that provides functions such as setting up and terminating calls, routing to voice mail, and so forth. CCM is installed on a Cisco Media Convergence Server (MCS) and selected third-party servers. Because this is a relatively small IP telephony network (with less than 2500 phones), two CCM servers will be deployed: one to act as a publisher (and store the master copy of the database of configurations) and the other to act as a subscriber (the device with which phones register). The subscriber also acts as a backup to the publisher. The Cisco Unity unified messaging solution will be deployed to deliver e-mail, voice mail, and fax messages to a single inbox so that users can, for example, listen to their e-mail over the telephone, check voice messages from the Internet, and forward faxes to wherever they might be. The complete voice network architecture, with the redundant components removed for clarity, is illustrated in Figure 12-11.

 

Figure 12-11. Venti Systems’ IP Telephony Architecture

 

Figure 12-11

Figure 12-11

The voice gateway to the PSTN can be implemented with a variety of devices. For example, Cisco multiservice access routers communicate directly with CCM and support a wide range of packet telephonybased voice interfaces and signaling protocols. Alternatively, voice gateway modules can also be installed in Cisco switches.

If voice traffic travels across WAN links, the traffic should be compressed to reduce the required bandwidth. Currently, voice traffic is not going over WAN links in this design; if it does in the future, G.729 compression is recommended. RTP header compression, cRTP, would also be considered on these WAN links.

Another way that could be used to reduce the bandwidth required by voice calls is voice activity detection (VAD). Recall that, on average, about 35 percent of a call is in fact silence; when VoIP is used, this silence is packetized along with the conversation. VAD suppresses the silence, so instead of sending IP packets of silence, only IP packets of conversation are sent. The network bandwidth is therefore being used more efficiently and effectively.

Because voice is being transported in IP packets, security of voice traffic is inherent in the security provided for other data, as described earlier.

Branch-Office QoS and Voice

The Seattle office will have a PBX system installed to replace the outsourced Centrex solution. The PBX will be the one that was previously installed in the Grandics Corporation office.

Remote User QoS and Voice

Remote users will use their own phone and will use a company calling card for long-distance calls.

 

Download pdf. Campus Network Design Fundamental – Ch 12 Email

E-Mail

Basic Internet e-mail security calls for the corporate mail server to not be accessible directly from the Internet. Therefore, as shown in Step 1 of Figure 12-9, incoming e-mail messages transit through the DMZ to a mail relay server. The mail relay server “sanitizes” all messages of viruses, spam, and conspicuous attachments, prior to forwarding them to the corporate mail server located on the inside network, as shown in Step 2 of Figure 12-9. This sanitizing of e-mail will be accomplished for now by software that resides on the mail relay server; a hardware-based solution will be considered in the future if the volume of e-mail warrants it.

 

Figure 12-9. A Mail Relay Server Sanitizes Incoming E-Mail

 


Figure 12-9

Figure 12-9

Head-Office E-Mail

Head office users will access their e-mail directly from the corporate e-mail server. See the “Remote User E-Mail” section for an explanation on how users will access their e-mail from home or while on business trips.

In addition to accessing e-mail through their laptops, senior executives and sales staff will be provided with personal digital assistants (PDAs) to extend the benefits of corporate e-mail. As shown in Step 3 of Figure 12-9, the PDA e-mail synchronization server maintains a Messaging Application Programming Interface (MAPI) connection on the user’s mailbox, and automatically synchronizes its content to the user’s hand-held device, as shown in Step 4 of Figure 12-9.

Branch-Office E-Mail

The branch office, international offices, and remote users will access their e-mail and files through VPN connectivity back to the head-office servers, as shown earlier in Figure 12-7.

Branch office users’ mail software will attempt to poll the corporate mail server at its 10.0.0.0 subnet address. The branch-office router, upon seeing the request for the corporate head-office subnet, will initiate a VPN tunnel terminating at the head-office VPN concentrator (if no VPN tunnels are currently live), transiting through the firewall on its way.

Remote User E-Mail

Remote users, whether connecting from home or from a hotel room, will require the activation of their VPN client prior to accessing the corporate e-mail server, which is located on the inside network at the head office.

Most organizations do not permit their staff to simultaneously establish a VPN tunnel to the corporate head office and connect directly to the Internet. Allowing both Internet and VPN connections is known as split tunneling (as mentioned earlier) and is rarely permitted because, while the laptop’s VPN session is up, that laptop would provide too much exposure to the corporate network. If split tunneling were allowed, a hacker could compromise the laptop, and then after he is inside the user’s laptop, the hacker could make his way back to the corporate network through the VPN tunnel. Therefore, as long as the VPN tunnel that terminates at the head-office concentrator is up, the remote user cannot browse the Internet.

© 2011 Belajar, Berbagi Suffusion theme by Sayontan Sinha